Senin, 19 November 2018, WIB

Senin, 28 Agu 2017, 16:46:23 WIB, 968 View Anis Turmudhi, Kategori : Kelembagaan

Program pendidikan Sarjana Berpenempatan Kerja dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AKA Semarang, mulai tahun ajaran ini. Program itu memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri.

Mahasiswa langsung diterjunkan untuk bekerja di perusahaanperusahaan rekanan selama dua tahun mulai semester lima, sehingga ketika lulus memiliki kompetensi hardskill dan softskill sesuai tuntutan dunia kerja. Selama bekerja, meski masih berstatus mahasiswa, mereka akan digaji sebagaimana pekerja pada umumnya.

Konsep pendidikan ini didasarkan pada link and match antara dunia pendidikan dan industri, sehingga usai lulus mahasiswa benar-benar punya pengalaman kerja yang dibutuhkan.

”Banyak perusahaan membutuhkan tenaga kerja dengan pengalaman kerja minimal dua tahun. Bagi mahasiswa yang baru lulus, itu tentu tidak mungkin. Kami menjawab tantangan itu dengan program ini,” kata Ketua STIE AKA, Prof Dr YSutomo, kemarin. Dalam menerapkan program ”Sarjana Plus” ini, AKA bekerja sama dengan komunitas Human Resourch Development (HRD) Jateng.

Disebut sarjana plus karena sebelum lulus mereka sudah ditempatkan kerja dan selepas lulus mempunyai pengalaman kerja selama dua tahun lebih. Materi kuliah yang pada umumnya 20 SKS, untuk kelas berpenempatan kerja ditambah materi terkait dunia kerja antara delapan sampai 10 SKS per semester. Beberapa materi itu antara lain Personality Development (Pengembangan Kepribadian) dan bahasa Inggris (4 SKS).

Mereka juga mendapatkan materi Beauty Class bersertifikat dan Public Speaking (4 SKS). ”Muatan softskill program ini akan diuji oleh Badan Nasional Sertifikasi dan Profesi (BNSP),” kata Ketua Program Trainning and Placemant Center (TPC) Tonny Eryanto. STIE AKA telah menjalin kerja sama luas dengan perusahaan industri dan komunitas HRD Jawa Tengah. Prof Sutomo menambahkan, dalam program penempatan kerja ini, mahasiswa hanya dikenai biaya kuliah selama dua tahun.

Adapun pada tahun ketiga dan keempat tidak dipungut biaya kuliah lagi, kecuali ongkos uji skripsi dan wisuda. ”Mereka yang ikut program sarjana berpenempatan kerja ini, jam kuliahnya diatur lebih fleksibel, yaitu tiap Jumat, Sabtu dan Minggu atau pada malam hari,” kata Sutomo.





Tuliskan Komentar