Selasa, 23 Oktober 2018, WIB

Selasa, 29 Agu 2017, 15:04:17 WIB, 707 View , Kategori : Kelembagaan

Menghasilkan lulusan berkualitas merupakan tujuan utama perguruan tinggi. Kualitas lulusan yang baik sangat penting untuk memajukan kesejahteraan sosial. Kesejahteraan sosial tidaklah statis. Artinya, selalu berubah sesuai situasi regional maupun global.

Karena itu, perguruan tinggi dituntut untuk senantiasa berubah dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan lingkungan dan dunia kerja, di samping menyesuaikan diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan informasi. Hal itu disadari oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AKA Semarang.

Ketua STIE AKA Prof Dr Y Sutomo mengatakan, untuk menjawab tantangan tersebut, kampusnya pun melakukan perubahan visi dan misi.

Perubahan visi dan misi ini dilakukan, antara lain lewat kolokium di Hotel Grasia Semarang. Kolokium mendatangkan narasumber Prof Dr DYP Sugiharto MPd Kons, koordinator Kopetis Wilayah VI Jawa Tengah dan Dr Tristiana Rijanti SH MM dari Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Semarang.

Kolokium

Kolokium adalah tanya-jawab mengenai topik tertentu dengan mendatangkan pakar. Dalam kolokium, pakar tidak menyajikan makalah. Ia hanya menjawab pertanyaan hadirin. Prof Sutomo menegaskan, visi dan misi AKA harus sesuai dengan kebutuhan pengguna, yaitu dunia usaha dan industri.

Dengan demikian, alumni memiliki kompetensi sesuai keinginan kalangan industri. Kolokium mengundang pakar dari dunia usaha dan industry, antara lain IAI Jateng, APTISI Jateng, PT Pentasari Prana Karya, PT EUDE Indonesia, PT Eka Mulya, Sosro, PHRD, dan LPK Eka Mulia.

Selain melakukan perubahan visi, AKA juga meningkatkan kerja sama internasional dengan perguruan tinggi luar negeri, yaitu University Kuala Lumpur Malaysia dan University Kebangsaan Malaysia. Pada Mei mendatang, juga dilakukan kerja sama dengan Burapha University dan Huachiew Chalermprakiet University Thailand. Di lingkup lokal, AKA menjalin kerja sama dengan Stiepari dan Stekom Semarang serta Unmer Malang.

Prof DYPSugiharto mengatakan, dari 249 perguruan tinggi swasta di Jateng, baru SITE AKAyang mengundang seluruh stakeholder ketika merumuskan visi dan misi. ’’Visi dan misi adalah landasan terpenting sebuah organisasi atau lembaga. Visi tidak hanya gambaran keadaan atau karakteristik yang ingin dicapai di masa mendatang, namun juga intepretasi keadaan ideal yang ingin dicapai oleh organisasi,’’ kata Sugiharto.

Adapun Tristiana Rijanti menyatakan, supaya perguruan tinggi dapat memenuhi harapan masyarakat, harus mempunyai daya saing. Karena itu, perguruan tinggi dituntut mempunyai visi yang jelas.





Tuliskan Komentar